Trik Mengatur Nafas Saat Lari | duraking.co.id РSalah satu elemen penting dalam berlari adalah pengaturan napas. Teknik pernapasan ini bergantung pada cara kerja jantung yang memompa oksigen ke seluruh tubuh. Jika kamu salah mengatur napas, akan sulit bagi kamu untuk mendapatkan manfaat dari lari. Bahkan, hal tersebut bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Lalu, bagaimana trik mengatur nafas saat lari yang benar?

Foto : Unsplash

 

  • Mulai Lari Dengan Intensitas Kecil

Jika kamu adalah newcomer dalam olahraga lari, ada baiknya kamu memulai dengan jalan santai selama 5 menit tanpa henti. Mungkin, kamu akan merasa kelelahan. Tapi, jangan dulu berhenti. Hal ini penting untuk melatih paru-paru dengan melakukan aktivitas selama rentang waktu tersebut.

 

  • Coba Jogging Setelah 5 Menit Berlalu

Setelah mencoba jalan cepat, kini saatnya kamu tingkatkan intensitas larimu menjadi lari santai. Untuk latihan pernapasan saat jogging, tak perlu mematok berapa lama waktunya. Biasanya bisa berlangsung selama 5-10 menit. Tapi, ingat, jangan dipaksakan jika kamu sudah merasa sangat lelah. Kombinasikan larimu dengan jalan santai lagi. Tapi, usahakan jangan dulu berhenti. Sebab, jika kamu berhenti, kerja paru-paru dan organ dalam lainnya akan kembali ke titik nol.

 

  • Bernapas Menggunakan Mulut

Setelah intensitas lari semakin kencang, ada baiknya kamu memakai teknik pernapasan dengan mulut. Saat berlari, kamu butuh banyak asupan oksigen dalam satu tarikan napas. Bernapas lewat hidung akan terasa kurang efektif. Oleh karena itu, karena mulut memiliki rongga yang lebih besar, kamu cukup mengambil napas lewat mulut secara dalam-dalam. Kemudian, keluarkan dengan cara perlahan, jangan sekaligus.

 

  • Gunakan Langkah Yang Panjang

Trik mengatur nafas selanjutnya yang bisa kamu lakukan adalah menggunakan langkah yang panjang ketika berlari. Langkah besar akan membuat kerja jantung meningkat dan tentunya membuat napas kamu semakin panjang. Kamu bisa menantang diri sendiri untuk tetap menjaga napas tetap normal ketika berlari dengan langkah yang panjang.

 

  • Pertahankan Tempo Berlari

Jika kamu sudah bisa mengatur napas di 10 menit pertama berlari, coba naikkan tempo berlari menjadi lebih kencang, sebagai inti dari exercise yang kamu lakukan. Yang perlu diingat adalah kamu harus berlari di tempo yang tepat, tidak terlalu lambat maupun cepat. Jika terlalu lambat, teknik pernapasan kamu tak akan meningkat, sedangkan jika terlalu cepat, kamu akan mudah merasa lelah. Setiap orang memiliki kemampuan kecepatan masing-masing. Maka, kenalilah tempo yang tepat untuk kamu sendiri, sehingga aktivitas larimu akan dapat bermanfaat.

Agar latihan teknik pernapasan saat berlari terasa nyaman, jangan lupa memakai outfit terbaik yang bisa menunjang kegiatan larimu. Kamu bisa coba pakai Duraking Daily Activewear yang sudah dilengkapi teknologi mutakhir yang bikin kamu terhindar dari sinar UV. Tak hanya itu, jersey ini juga dilengkapi fitur anti virus dan bakteri, sehingga kamu bisa tetap aman saat berolahraga di saat pandemi. Karena desainnya keren, jersey ini juga tetap kece lho untuk dipakai jalan-jalan atau ngantor. Yuk, coba kepoin produknya di e-commerce kesayangan kamu!

 

Sumber:

AyoBandung.com

Fitness For Men

HelloSehat 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *